Bekasi, 23
April 2026 — Dosen-dosen
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bani Saleh mengadakan kegiatan
pengabdian masyarakat yang menghadirkan para orang tua siswa Bimbingan Belajar
Kita Anak Pintar (THE KAI), Taman Rahayu, Kecamatan Setu. Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dan bertujuan untuk
memberikan pemahaman mendalam mengenai penerapan teori Multiple Intelligence
dalam mendukung perkembangan dan potensi anak-anak. Tema kegiatan yang diusung adalah ”Melejitkan Potensi Anak melalui Multiple
Intelligence”.
Tema ini diangkat berdasarkan teori Multiple Intelligence yang dipopulerkan
oleh Howard Gardner. Teori ini menyatakan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya
terbatas pada kemampuan akademik atau logika saja, melainkan meliputi berbagai
jenis kecerdasan yang beragam.
Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya keprihatinan para pendidik, bahwa
orang tua terlalu fokus untuk mengejar kemampuan anak untuk membaca dan
berhitung serta satu sisi kercerdasan saja, yaitu kecerdasan bdiah ahasa atau
kecerdasan kognitif. Berdasarkan situasi ini, dosen-dosen Prodi PGSD (Yuli Diah
Saptorini, M.Pd, Widi Astuti, M.Pd, Khoirun Nisa M.Pd, Ilham Jaya, M.Pd, Hadi
Rohyana, M.Pd, dan Isna Muhammad Fathony, M.Pd) terpanggil untuk memberikan
edukasi kepada orang tua untuk memahami kecerdasan jamak yang dimiliki oleh
anak dan setiap anak memiliki kecerdasan unik yang berbeda-beda.
Ibu Widi Astuti, M.Pd sebagai
narasumber menyatakan, “Dengan
memahami dan menstimulasi kecerdasan-kecerdasan tersebut, orang tua dapat
berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal”. Selain itu Bapak Ilham Jaya, M.Pd menyatakan
bahwa “Orang tua harus menerima keunikan putra atau putrinya, peka dan mampu
mendeteksi kecerdasannya yang dominan”.
Sembilan Kecerdasan Anak dan Cara Menstimulasinya
Dalam kegiatan ini, para dosen prodi PGSD FIP memaparkan sembilan jenis
kecerdasan yang harus dikenali oleh orang tua agar dapat menstimulasi potensi
anak secara tepat.
Anak dengan kecerdasan ini cenderung pandai berbicara, menulis, dan
membaca. Orang tua bisa mendukungnya dengan membacakan cerita, mengajak
berdiskusi, dan menyediakan buku-buku menarik.
Anak ini suka berhitung, memecahkan masalah, dan berpikir logis. Stimulasi
bisa dilakukan dengan permainan teka-teki, eksperimen sains sederhana, dan
aktivitas berhitung.
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan melihat dunia secara visual dan
detail. Orang tua dapat memberikan alat gambar, puzzle, atau mengajak anak
melihat peta dan karya seni.
Anak yang aktif secara fisik dan pandai menggunakan tubuhnya. Stimulasi
melalui olahraga, tari, atau kegiatan tangan seperti membuat kerajinan sangat
dianjurkan.
Anak yang peka terhadap suara dan ritme. Orang tua bisa mengenalkan alat
musik, menyanyikan lagu, atau mendengarkan berbagai jenis musik bersama anak.
Anak yang mudah bergaul dan peka terhadap perasaan orang lain. Orang tua
dapat mengajarkan keterampilan sosial melalui permainan kelompok dan diskusi.
Anak yang tahu tentang dirinya sendiri dan mampu mengelola emosinya. Stimulasi bisa berupa kegiatan refleksi diri dan menulis jurnal.
Anak yang tertarik pada alam dan lingkungan. Orang tua bisa mengajak anak
beraktivitas di luar ruangan, mengenalkan flora dan fauna serta pelestarian
lingkungan.
Anak yang suka berpikir tentang makna hidup dan keberadaan. Diskusi tentang
nilai-nilai kehidupan dan filosofi sederhana dapat membantu mengasah kecerdasan
ini.
Peran Orang Tua dalam Menstimulasinya
Para dosen menekankan bahwa peran orang tua sangat vital dalam mendukung
perkembangan kecerdasan anak. Orang tua dianjurkan untuk mengenali kecerdasan
dominan anak dan menyediakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk
berkreativitas dan belajar. Pendekatan yang personal dan penuh kasih sayang
akan membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengembangkan potensi
terbaiknya. Yuli Diah Saptorini,
M.Pd menambahkan, “Stimulasi kecerdasan anak tidak harus mengeluarkan banyak
biaya, orang tua dapat berkreasi dengan memanfaatkan sumber daya di lingkungan
sekitar anak”
Respons dan Harapan Peserta
Orang tua yang hadir sangat antusias menerima ilmu baru ini. Mereka
berharap dapat menerapkan metode Multiple Intelligence dalam mendidik anak di
rumah sehingga potensi anak tidak hanya tersalurkan secara akademik, tetapi
juga secara menyeluruh.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk nyata kontribusi dosen
FIP Universitas Bani Saleh dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan peran
orang tua dalam membangun generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk
menjangkau lebih banyak masyarakat.
Tidak ada sesuatu pun di timbangan hari kiamat yang lebih berat dari pada akhlak mulia.
HR. Abu Dawud no.4799